Bisnis

header ads

Puisi: Kapak di Dinding Kamar

Kapak di Dinding Kamar

Setiap malam, kapak di dinding kamarku
meneteskan darah: seorang lagi (mungkin ribuan)
terkapar oleh taring kekuasaan
sebelum do’a sempat diselesaikan

kekuasaan memang tak pernah bisa bersabar. Menunggu
barang sebentar. Belajar membaca manusia dan
menghayati seayat puisi cinta. Ia, yang bernama
kekuasaan itu, seperti dongeng drakula
yang bersicepat dengan cahaya matahari
senantiasa meminta leherleher putih sebagai tumbal
bagi kemudaan dan kelanggengannya. Tetapi sang drakula
masih sedia tidur pada siang hari
sementara sang kekuasaan, tidak

Setiap malam, kapak di dinding kamarku
meneteskan darah. meneteskan darah!
Sedangkan televisi (juga surat kabar) terus menyanyi
menggunting pita menawarkan kembang gula

Dan kita
terus takjub dalam pesona sihir
lupa bahwa di luar penuh ancaman.

Serang, 24 Mei 1996
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Kapak di Dinding Kamar
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Sastrawan Indonesia Terkenal

Posting Komentar

0 Komentar