Bisnis

header ads

Puisi: Kapal di Pelabuhan (Karya Linus Suryadi AG)

Kapal di Pelabuhan

Bertambatan kapal-kapal di pelabuhan
Buang sauh. Bongkar barang muatan
Dan para kelasi bongkar kerinduan
Tapi nakoda tak mau meninggalkan anjungan

Di kota pantai. Di kota yang permai
Di kota jutaan redup neon menggapai
Gereja dan night club berjajar, damai
Tapi jiwa rindu tak lagi bisa santai

“Itulah sebabnya, kenapa aku tinggal
Tak turun,” gumam sang nakoda kapal
Di beranda hotel dan di geladak sial
Kesunyian hitam jadi setru yang bebal

“Lebih baik pergi mandi. Mencuci diri
Dari angin bergaram dan peluh matahari”
Nakoda itu balik ke anjungan, berdiri
Meneropong mainan camar senja dan pelangi.

Kadisobo, 24 April 1987
"Linus Suryadi AG"
Puisi: Kapal di Pelabuhan
Karya: Linus Suryadi AG

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Populer Angkatan 45

Posting Komentar

0 Komentar