Bisnis

header ads

Puisi: Lanskap Pagi Kota Yogya

Lanskap Pagi Kota Yogya

Pada pagi hari, demikian aku. Dan ini pagi hari
Pada pagi hari. Aku bangun dari tidur
Aku pun terjaga dari rama-rama. Aku bangkit dari ranjang
Membenahi selimut, sprei dan bantal dan ranjang datar
Memandamkan lampu dan bergegas membuka kamar

Ah, betapa dari jauh telah aku dengar
Ketika burung-burung pagi menyampaikan berita
Lebih dulu, kenapa melintas rawan
Tentang cuaca yang baik dan hari berangkat perlahan
Pada pagi hari. Dan ini pagi hari
Jendela pun aku buka. Dan seharian akan terbuka
Jendela yang terbuka : betapa menampakkan Alam Semesta
Angkasa yang tampak sepi. Angkasa yang tampak utuh
Ketika kelompok-kelompok awan yang belum berlayar jauh

Dan di sana tiang-tiang listrik membeku. Kabut yang memanggil-manggil
Dan di sana menggambang biru. Selayang pandang
Sambil menyanyikan bait-bait kemurnian
Daun paru-paru menghirup udara serasa ringan
Dan di sini tiba-tiba gairah ku bangkit. Bulan di langit lapang
Antara gunung-gunung jauh, jalan setapak perbukitan
Betapa aku demikian kerasan. Aku memandangi taman, memandangnya rawan
Aku enggan berkata-kata. Aku ingin merasukan bisikan-bisikan: 
Swara-swara
Menyentuh cadar rasa tamakku. Bintik-bintik embun, burung-burung
Serta bunga-bunga
Sahabat lama yang hadir. Dan langit dan awan dan bintang-bintang yang 
segera hilang

Pada pagi hari. Dan ini pagi hari
Aku pun selesai mandi. Aku, aku, ah demikian segar segala indera
Dan aku kembali menengok bayang-bayang samar di luar
Memanjang dari jendela sederetan tanaman terbuka
Dan bola api belum ada di atas cakrawala

Maka seperti pada mulanya: aku diam
Aku pun duduk. Sengaja tidak berkesan dengan perbandingan
Pohon-pohon perdu yang membunga, semaian taman yang lereh karena usia

Dan tanpa wasangka, kenapa lebih bersahaja
Tanpa beban yang sia-sia dalam kesalihan sementara

Pada pagi hari, demikian aku. Dan ini pagi hari
Rambutku yang panjang telah rapi. Baju dan celana
Serta hati: tas di tangan dan tanda salib aku penuhi
Sibuk orang-orang di jalanan. Semak-semak berembun jatuh bagaikan s
alam

Dan dari jauh masih aku dengar
Ketika burung-burung pagi menyampaikan berita
Lebih dahulu, kenapa memintas rawan
Tentang cuaca yang baik dan hari berangkat pelahan

Pada pagi hari. Dan ini pagi hari
Pada pagi hari: kehidupan pun aku mulai.

"Linus Suryadi AG"
Puisi: Lanskap Pagi Kota Yogya
Karya: Linus Suryadi AG

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Aldian Aripin

Posting Komentar

0 Komentar