loading...

Madura, Jalur Tengah

Jagung dan tembakau
tumbuh di antara bidara-bekol
Bayang-bayang teduhnya
memayungi gadis-gadis
dengan tugal di tegalan.

Mereka menyanyi
membungkuk memasukkan
biji-biji kedelai hitam
Seperti memutar biji-biji tasbih
sehabis rukuk malam-malam
di langgar kecil tak berpagar.

Batu-batu tumbuh di antara rumah-rumah
yang kian menjauh dari tanean lanjeng
Rumah-rumah tumbuh di antara batu-batu
yang keras kepala serupa lonceng

Selingannya semak-semak, jalan tanah,
dan lebuh debu ke rumah ibu
Saban pekan ditempuh bawa anak gelak di bahu
Di antara itu membentang satu jalan utama
berkelok-liku tanpa rambu
selingan gadis-gadis main ke kota
pada suatu hari minggu. Maka udara kota
bau jagung bakar dan hangus tembakau di bibirmu!

Ah, di antara semak dan bidara
siwalan menderai sampai jauh…
di jalur tengah tanah Madura
Aku pun tiba, selamat sentosa
di pantai utara: panas keringat terbagi rata.

2018
"Puisi: Madura, Jalur Tengah"
Puisi: Madura, Jalur Tengah
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Menyedihkan

Post a Comment

loading...
 
Top