loading...

Musim dan Cara

Musim dingin
cepat gelap lambat terang
angin kejam menusuk tulang
beku di luar
terkadang terkurung dalam kamar
jalan-jalan licin
jatuh berdebam tergelincir
berdarah dan patah tulang-tulang tua
pagi buta harus kerja
gaji kecil hutang besar.

Anak khatulistiwa
berkelahi dengan musim
di tanahnya selalu hijau
hangat dan nyaman
tapi itu dulu
kini tetap saja dikangkangi baju-hijau
puluhan tahun tak pulang-pulang
apa tak rindu kampung halaman?
apa menariknya di negeri asing?
jauh teman jauh keluarga
daripada menyerahkan batang-leher
biarlah sampai tuntas diktator terguling
sama di mana-mana
disiksa pun oleh musim dingin
tetap saja berlawan
dengan berbagai cara
dengan berbagai cara.

Ada dengan unjuk-rasa
ada dengan menyusun rencana
menawarkan ide gemilang
dengan persatuan, dengan kesamaan
dengan sumbangan
bahkan samasekali tak haram
dengan senjata pun
dengan kata-kata
dengan tulisan
dengan berbagai cara
dengan berbagai cara.

8 Desember 1998
"Puisi: Musim dan Cara"
Puisi: Musim dan Cara
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Indonesia 3 Bait

Post a Comment

loading...
 
Top