loading...

Rumah-rumah Cinta

(1)
Laut tak dapat dikubur
Tak dapat dilupakan
Ia boleh ditinggalkan
Tapi berdebur dalam dada

Di luar, semua sandiwara
Pada tumbuhan, pada satwa
Seakan tak ada lagi
Yang masih merdeka

Malam ini kupanggili lautku
Bersama titik hujan
Rumah di bukit sunyi
Hidup seolah-olah berhenti.

(2)
Inilah rumahku
Pondok kecil di tepi hutan
Kecuali pohon-pohon berdoa
Bintang-bintang bernyanyi

Inilah rumahku
Tempat rembulan terlena
Matahari menunggu
Langit menetes embunnya.

(3)
Pada hari sedih
Aku datang ke rumahmu
Dengan empat kuntum krisan
Dua di kiri, dua di kanan.
Apa kabar Rimrim sayang?

(4)
Di pinggir sungai Potomac,
Di rumah George Washington
Aku bertemu pohon-pohon
Yang ditanamnya.
Duaratus tahun lagi
Dapatkah kaukenali
Asam Jawa tanamanku?

(5)
Musik di hatimu
Tidak membekas di langit
Taman di awan-awan
Membentang dalam sunyi
Kapan kamu melaluinya
Kapan aku mendengarnya?

Semua abadi menghilang
Tinggal ombak mencari pantai
Angin mengejar cakrawala
Ingin menghentikan kematian
Musik di taman selamanya.

(6)
Aku sampai di Tokyo
Ketika pohon ginko dan keya
Menari-nari di bulan Mei
Hujan pagi membasahi kebun
Jangan-jangan kamu tak lagi di bumi.

(7)
Di kota hujan awal September
Rumah bambu kelahiranmu
Kupindahkan ke hati selamanya.

1997-1998
"Eka Budianta"
Puisi: Rumah-rumah Cinta
Karya: Eka Budianta

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Baca juga: Kumpulan Puisi Chairil Anwar Pendek

Post a Comment

loading...
 
Top