loading...

Sayap Patah

Sejak berdiam di kota
hati yang memberontak
telah menjadi jinak
kini pekerjaan tinggal
membaca di kamar
barang dua-tiga sajak
atau memperbaiki pagar di halaman
(yang sudah mulai rusak)
atau menyuapi anak
waktu menangis karena lapar
kadang-kadang juga memuji istri
memakai baju yang baru dibeli
-  meneropong bintang
bukan lagi menjadi hobi -
hanya sesekali di muka kaca
aku berkata menghibur diri:
Bidadari! Sayapmu patah
sekali waktu akan pulih kembali.

"Puisi: Sayap Patah"
Puisi: Sayap Patah
Karya: Subagio Sastrowardoyo

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Idrus Tintin

Post a Comment

loading...
 
Top