loading...

Seindah Ini

Tuhan,
Terdengarkah kepada-Mu himbau burung di hutan
sunyi meratapi siang di senja hari?
Remuk hancur rasa diri memandang sinar lenyap
menjauh di balik gunung.
Perlahan-lahan turun malam menutupi segala pan
dangan.

*
Menangis, menangislah hati!
Wahai hati, alangkah sedap nikmatnya engkau pandai 
menangis!
Apa guna kutahan, apa guna kuhalangi?

*
Aku terima kasih kepada-Mu, Tuhan, memberiku hati
tulus-penyerah seindah ini:
Sedih pedih menangis, waktu menangis!
Girang gembira tertawa, waktu tertawa!
Marak mesra bercinta, waktu bercinta!
Berkobar bernyala berjuang, waktu berjuang!


10 Agustus 1937
Dari: Pujangga Baru, Agustus, 1937
"Puisi: Seindah Ini"
Puisi: Seindah Ini
Karya: Sutan Takdir Alisjahbana

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Terbaru Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top