loading...

Tanda-tanda Zaman

Kerusuhan, pembunuhan, penyiksaan dan penculikan
penjarahan dan perkosaan, jambret, perampokan
bolak-balik ke pengadilan
sowan dan sowan
tobat nasional
doa nasional
Ikrar Husnul Khatimah.

Sowan lagi, cium tangan
mintalah, kabulkanlah, berdoalah agar jangan lagi
ada kerusuhan di mana-mana
dan kami janji
tidak lagi akan hujat-menghujat
ya Bapak Cendana berkahilah kami
kasihanilah kami
terlalu banyak darah mengalir
terlalu banyak jiwa melayang
berikanlah senyum-simpulmu yang mengental
agar tercegah revolusi sosial
gado-gado harapan
aduk-mengaduk
bagaikan rujak-sentul
mondar-mandir ngalor-ngidul.

Doa dan panjatan harapan
justru kepada kepala pembunuh
langit tetap saja gelap berawan
kelabu menghitam-legam
yang baru saja merah kini hitam
yang baru saja segar kini pucat
pertanda yang paling ditakuti
segera akan datang
akan jemput siapa yang ketakutan sangat
yang tak punya apa-apa selalu berani
yang akan hilang hanyalah
belenggu ketakutan
sudah itu si miskin
yang tiada punya apa-apa
mungkin akan punya kebebasan
buat ngomong buat ungkapkan perasaan
buat melanjutkan kehidupan
buat untuk tidak lapar.

Hopla
pesta rujak-sentul
gado-gado campur-aduk
mondar-mandir ngalor-ngidul
ada yang akan berakhir
ada yang akan mulai
ada yang akan hilang
ada yang akan punya
karena langit di atas sana
menjerit tanda sakit
bolak-balik terbalik-balik
tapi tetap akan ada akhir
karena mampet kotoran sudah mulai mengalir
tertapis-saring di ujung waktu.

17 Februari 1999
"Puisi: Tanda-tanda Zaman"
Puisi: Tanda-tanda Zaman
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi 3 Bait yang Mengandung Majas

Post a Comment

loading...
 
Top