Bisnis

header ads

Puisi: Aceh Mendesah Dalam Nafasku

Aceh Mendesah Dalam Nafasku

Aku belum pernah berkunjung ke Aceh
Tapi aku pernah mencium
aroma pena Syekh Hamzah Fansuri
Aku pernah menikmati
keindahan senyum Teungku Ali Hasjmy

Aku belum pernah menginjakkan kaki kek Aceh
tapi Aceh selalu datang ke dalam diriku
Setiap hari, pagi dan sore
diantarkan koran dan televisi
Aceh menangis, Aceh pun mengalir dalam sedu-sedanku
mengalir dalam air mataku yang terus menderai
bersama sungai terpanjang yang mengalir ke balik langit
berlika-liku di sela bintang gemintang
mencari Telaga Al-Kautsar

Jikalau Aceh terluka, Aceh berdenyut nadiku
Aceh mendesah dalam nafasku, Aceh berdetak dalam jantungku
memukul-mukul jiwaku, memacu doaku
Dan Aceh kusebut di sela-sela zikirku

Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Muhaimin, Ya Salam, Ya Lathif, Ya Rauf
Jika Engkau menjatuhkan hujan ke bumi
Turunkan derai hujan bersama Damai-Mu
Biar Kasih-Mu meresap basah ke dalam hati
melembutkan segenap nurani
Hidupkan sejuk kami kepada Aceh
dengan cinta yang saleh

 Ya Allah Yang Maha Penyayang,
Engkau mengurus Muhammad dengan wajah cemerlang
Dengan lidah yang indah
Dengan tatapan pandang yang lembut ramah
Dengan tanah menabur sejuk
menghapus gelisah dan hati yang bernanah
Dengan cinta yang mekar seperti mawar dan melati yang merekah
Agar kehidupan terasa rahmat
dengan langkah-langkah kerja yang menderap
menuju damai yang mantap

Tugas Rasul-Mu terus dilanjutkan para ahli waris
pengemban amanah, menjadi mata rantai sejarah
Dan sampai juga ke Tanah Rencong:
Fajar Iman yang damai terbit dari Perlak dan Pasai
untuk bumi Nusantara
Di lintas Jawa ada Walisongo, Syekh Yusuf dari Makassar
dan Sultan Khairun di Ternate

Semua sering terbayang selintas mendengar azan
yang mengalun mendamaikan kalbu
Hayya 'alashalah, hayya 'alal falah
Mari bersujud damai dalam salat
Mari meraup bahagia yang penuh damai
Damai di bawah naungan Allah

Aku belum pernah datang ke Aceh
Tapi Aceh selalu berdetak dalam jantungku
dalam keindahan mimpiku. Aceh mengalir mengajak zikir
Mengalir ke dalam damai ke alam cinta
Di dalam belaian Kasih Sayang Allah.

September, 1999


Sumber: Alfian, Teuku Ibrahim. Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005.
Puisi: Aceh Mendesah Dalam Nafasku
Puisi: Aceh Mendesah Dalam Nafasku
Karya: D. Zawawi Imron

Baca juga: Kumpulan Puisi 3 Bait Bebas

Posting Komentar

0 Komentar