Banda Aceh

Ini beranda teduh dalam gumam kota sejarah
sebuah keriuhan tiba-tiba menjadi asing
menjadi mimpi-mimpi yang tak kita pahami wujudnya
peradaban baru ini (begitu seharusnya)
telah kita masuki sebahagian
antara waktu dan batas hidup kita berdua

Ini beranda teduh
entah sampai kapan kita bisa memeliharanya
di antara pekat pengertian
dan saling menjaga keutuhan
sebuah mahligai yang menjadi kewajiban
lorong panjang pergulatan hidup mati!

2 Desember 1992
Puisi: Banda Aceh
Puisi: Banda Aceh
Karya: Doel CP Allisah

Baca juga: Kumpulan Puisi Angkatan 66

Post A Comment:

0 comments: