Berumah di bawah Langit

Pintu dan jendela telah kau tutup, lalu mengambil
beberapa potong pakaian, berangkat ke halaman mesjid
kita membangun rumah di sini, katamu, dan anakmu
satu-satunya mengangguk, seperti mendapatkan
halaman terluas buat bermain dan menghirup udara
merdeka

Di sini lebih aman, katamu berkali-kali
engkau lupa ini bukan hari libur, saat kau dan anak-anakmu
menghabiskan akhir pekan di kebun teh, sambil menghirup
hawa dingin pegunungan, tetapi ini bukan villa yang
membuatmu
melambung dan gembira. Ini Aceh, tempatmu lahir dan
menderita.

Jakarta, 4 Juni 2000
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Berumah di bawah Langit
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Judul Puisi Gus Mus

Post A Comment:

0 comments: