Puisi: Di Kota Laut Tawar Karya: Doel CP Allisah
Di Kota Laut Tawar

(Pantai Mepar)

Pong, semerbak harum aroma Gayo kopi
mengalirkan hangat dalam nadi uratku
meredakan gigil dingin malam itu,
dan di lingkar kemah kuning biru bujangdara arimolomi
mengalunkan tembang epos puteri pukes
dan aku mabuk bayang bunga renggali, suatu masa

(Takengon)

dalam bergelas-gelas gayo kopi yang kureguk
mengaduk-aduk rinduku dalam terawang jauh danau itu
satu-satu berbaris dalam nafasku
Saiful Hadi-Unay-Prapto, Fikar,
ibu yang memasak ikan depik di ruko,
rumah kak Dumasari didataran bukit kecil,
desir angin Asi Asir dan hulu sungai Peusangan,
atau saat terlelap di Time Ruang

setiap gelas kopi Gayo yang kuteguk,
bukan hanya ritual sehari-hari
ada kalian bergandengan di antaranya
ada nikmat hangat dan sejuk angin danau yang menerpa tiba-tiba
ada kita larut didalamnya
dan berlari jauh ke setiap sudut dunia.

1987-2012
Puisi: Di Kota Laut Tawar
Puisi: Di Kota Laut Tawar
Karya: Doel CP Allisah

Baca juga: Kumpulan Judul Puisi karya Chairil Anwar

Post A Comment:

0 comments: