Bisnis

header ads

Puisi: Gobang (Karya Beno Siang Pamungkas)

Gobang (III)

Tak ada rindu di tikung baru
Sunan kuning dan Gambilangu
yang ada hanya cinta palsu
dan ranjang yang bermata jalang
di balik kelambu ungu yang pudar
kami bercumbu dengan liar.

Bersama coro yang berbau congyang
dan tikus got yang kedinginan
kami berenang di kegelapan
mengaca di comberan
pangling dengan wajah sendiri.

Kami bertahan di gubuk-gubuk dan gunungan sampah
mendengarkan batin yang gelisah
rawa-rawa telah berubah
di atasnya berdiri rumah-rumah mewah.

Kemiskinan dan kebodohan
mengepung, seperti air laut yang mengepung dari segala penjuru.

Karena cuaca selalu kelam
kami memilih jalan malam
jalan satu jurusan
tanpa arah untuk pulang.

Semarang, 8 Agustus 2009
"Puisi: Gobang"
Puisi: Gobang (III)
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi karya Taufiq Ismail Pendek

Posting Komentar

0 Komentar