Jerit Bukit

Tidakkah kau baca
isyarat angin
mengucap salam
melambai rindu
mengantar senyum
anak negeri yang pasrah

Tidakkah kau dengar
menggelinding jerit
dari pucuk bukit
berbeban asa
penuh luka
penuh darah

Atau sudah demikian jauhkah
jarak keterpencilan kita
dimana senyum berubah makna
jadi angkuh
dan matahari tidak lagi
menawarkan banyak hal
hingga sejarah remuk
dalam genggaman serdadu!

Sigli
1989-2000
Puisi Fikar W. Eda
Puisi: Jerit Bukit
Karya: Fikar W. Eda

Baca juga: Kumpulan Puisi Bahasa Indonesia 5 Bait

Post A Comment:

0 comments: