Kampungku

Kuhirup dalam-dalam napasmu
aroma anyir sperma ilegal menyergap diri
memanjat dinding hati
mengoyak tirai hijab
getarkan arsya-Nya...

Oi kampung loen sayang
kau penuh warna
kau seperti bunga yang lagi mekar
seribu bahkan sejuta kumbang ingin mereguk manis madumu

Oi kampung kota juangku
lupakah engkau petuah indatu:
tameng sarang sareng
puteeng lop lam
hukom bak meupakat
adat meuagama
[mereka itu pekak, buta dan tuli]...

Oi kampungku nan berbudaya
Teuku Umar menangis dalam sunyi
meracik luka
di dadaku.

1997
Puisi: Kampungku
Puisi: Kampungku
Karya: Mustiar AR

Baca juga: Kumpulan Puisi Religi D. Zawawi Imron

Post A Comment:

0 comments: