Lelaki di Monas

Lelaki itu berjalan tergesa menggiring kudanya yang nelangsa:
semalam saya bermimpi emas di sana telah digerus oleh mereka

Siapakah mereka? Si kuda hanya terdiam
sambil memperlihatkan air matanya yang hangat menyentuh tiang menara:
tanah lapang menjadi sulit untuk berkata-kata.

Katakan padaku dimana pintu? Entah kata siapa
tapi kuda pura-pura lupa. Sebab dua hari lalu ia bisa
masuk dari pintu mana saja.

Ia lelaki kampung, yang bingung di bawah menara
tidak pernah hafal jalan masuk dan keluarnya
kecuali melulu meneriakkan satu kata saja: kuda, kuda, kuda!

Jakarta, 31 Januari 2003
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Lelaki di Monas
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Contoh Puisi Bebas Galau

Post A Comment:

0 comments: