Memahami Air Mata

Adakalanya luka mesti dipendam, dibolak-balik, ditimang-timang
tetapi aku manusia: tak mungkin menyimpan rasa sakit

Sekian abad aku telah memahami air mata
jangan minta aku mengulangi kedunguan:
menancapkan belati di lenganku sendiri

Aku tak ingin mati berkali-kali
biarkan segalanya mendapat muara.
Tidak ada yang perlu disembunyikan
hidup adalah takdir

Saatnya kita pulang dan masuk ke palung malam
di sanalah wajah kita sebenarnya.

Jakarta, 28 Mei 2000
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Memahami Air Mata
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi karya Gus Mus

Post A Comment:

0 comments: