Mimpi

Bangun pagi anakku menangis
"sebatang pohon telah dipisahkan," isaknya
"dimana?" tanyaku
"di mimpiku, Ibu"

Dia mendengar tangisan pohon itu
sepanjang malam
air matanya menggenangi parit, kali, sungai
bahkan menggenangi seluruh kampung
seluruh mukim, seluruh kecamatan, seluruh kota
hingga menara tempat kepala negara
menatap rakyatnya tanpa rasa

Dia melukis di dinding papan rumah kami
pohon-pohon yang sendiri
sepanjang hari
hingga tak ada waktu
baginya untuk tidur
dan bermimpi.

Banda Aceh
7 Oktober 2010
Puisi D. Kemalawati
Puisi: Mimpi
Karya: D. Kemalawati

Baca juga: Kumpulan Artikel Wisata

Post A Comment:

0 comments: