Nunukan dan Wajah Negeriku

Melihat Nunukan yang diamuk gelombang
simpang siur wajah negeriku dalam porak
sangat majemuk
semua terjual dalam ringkih kesetaraan
malam melaju dalam senyap duka
Nunukan akan tenggelam
wajah negeriku bias sejenak

Wajah negeriku selalu garang, bila berbicara tentang Aceh
sedikit terperangah
berapi-api tentang Laskar Jihad
sangat norak dengan demonstran
sedikit bernyanyi tentang Papua Merdeka
membelai penuh kasih Jakarta
berdangsaria dengan Cina
menari sal-sal dengan Afrika
atau berpelukan mesra dengan Amerika

Lalu berada dimana sukacita yang ditawarkan bertahun-tahun dalam merah yang berani atau putih nan suci. Aku menggugat demi cinta seorang ibu TKI yang harus merelakan bayinya seharga Rp. 500 ribu berjalan terburu menutupi dadanya bernanah. Aku menggugat demi tubuh anakku yang hancur karena bom yang dipaksakan meledak, demi putriku yang disetubuhi peluru tanpa bersanding di pelaminan,
demi air mata yang pernah mengalir di wajah keibuanmu, ibu

Nunukan hanya sekilas bernama luka
perihnya terkubur dalam sukma selamanya.

Banda Aceh
September, 2002
Puisi D. Kemalawati
Puisi: Nunukan dan Wajah Negeriku
Karya: D. Kemalawati

Baca juga: Kumpulan Cerita Singkat

Post A Comment:

0 comments: