Pantai Itu (Pasca Tsunami)

Dengan sekali hempasan dia hancurkan pantai-pantai itu 
lalu ujong batee-indrapatra-aluenaga-kuala aceh-ulee lheue-lhoknga-lampuuk-taman tepi laot-ritieng terkikis
jadi puing-puing batu
jadi bersih dari segala kenangan dari segala desah kasih para arjuna dan shinta zaman ini
inikah pertanda kemurkaan-Nya pada kita
yang tak pernah peduli dengan kemaksiatan yang kita agungkan?
betapa telah terlalu jauhnya pantai-pantai itu menjadi saksi kejalangan kita
betapa liarnya malam-malam yang kita lalui di kerimbunan pantai itu
dan kini ketika azab menjadi nyata
tidakkah itu membuat kita ingat pada-Nya?
tidakkah ini membuat kita takut dan sadar?
dan Tuhan memperlihatkan kekuasaannya
dia jaga mesjid-mesjid, surau-surau berdiri tegak di tengah kehancuran itu
ini hukuman dan juga peringatan yang paling nyata
dia hancurkan semua kawasan yang menjadi arena maksiat kita
dan dia tinggalkan rumah-rumah sucinya dengan kokoh (di kota ini)
dan keajaiban itu,
adalah pandu bagi kita kembali ke fitrah-Nya.

Banda Aceh, 2 Januari 2005
Puisi: Pantai Itu (Pasca Tsunami)
Puisi: Pantai Itu (Pasca Tsunami)
Karya: Doel CP Allisah

Baca juga: Kumpulan Tutorial Facebook

Post A Comment:

0 comments: