Sebuku Kebun Kopi

Bapak, apa yang engkau minum pagi ini,
kudengar kebun kopi kita terbakar?

Dan harapanmu melayang ke awan
seperti mendung kelam yang gelap,
seperti kopi pagiku di perantauan
yang tak pernah selezat kasih sayangmu?

Ibu, apa yang akan kau jual pagi ini
di pasar ketika musim bunga kopi tiba?
Sedangkan ladangmu hanya tinggal arang,
dibakar oleh perang yang tak berjiwa.

Di kebun kopi kita yang murung ini,
kita telah berkabung sekian lama
karena harga kehidupan kita
telah dirampas senjata kaum durjana.

14 Oktober 2012
Puisi: Sebuku Kebun Kopi
Puisi: Sebuku Kebun Kopi
Karya: Wiratmadinata

Baca juga: Kumpulan Puisi Lama 1 Bait

Post A Comment:

0 comments: