Bisnis

header ads

Puisi: Subuh yang Zikir (Karya A. Rahim Eltara)

Subuh yang Zikir

Dini hari menangis
Embun meraba-raba dengan basah di luar jendela
Mendung pelupuk mata, mengantongi doa subuh
Tatkala aku bersimpu mencari pintu langit
Di mana tungku cahaya tak pernah padam
Ayat-ayat mewangi di bibir, serupa kasturi
Tanpa ingin aku berbagi dengan angin

Subuh yang lahir dari rahim waktu
Meneteskan airmata yang tauhid, bukan
Dari palung dada yang telaga,dan bukan pula
Mata yang sebiru samudra
Adalah keyakinan hati menembus langit
Pada Rabku yang menggenggam ruh

Kaca jendela berembun. Mata fajar menetes pijar
Entah kenapa aku masih meragukan yang imam
Hari-hari tak pernah berhenti memijar waktu yang fardu
Tanpa harus antri untuk belajar menangis
Air mataku akan menjelma cahaya, mendekap subuh yang zikir
Tubuhku pun berzikrullah ke arsy.

Sumbawa, 2017
Puisi A. Rahim Eltara
Puisi: Subuh yang Zikir
Karya: A. Rahim Eltara

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis Untuk Gebetan Cowok

Posting Komentar

0 Komentar