Surat dari Kota Kelahiran

Kurasa rindu jualah merambah perjalanan ini
Ke batas yang berbukit-bukit menuju kaki langit
Pada tanda baca terakhir kita jadi tertegun
Antara kita jarak adalah ketidakpastian
(selamat jumpa lagi anak kembara, selamat jumpa lagi)

Pengembaraan jualah yang berkayuhkan mimpi
angin menikam kelam dari batas langit
lukisan tanpa warna tanpa nuansa
(ada yang luruh dari matamu anak kembara, ada yang luruh dari matamu)

Waktu barangkali membuat kita tambah berjarak
yang beranjak dari mimpi ke mimpi
sebelum semuanya berbenah
di ujungnya harapan dan angan kehilangan batas.

Tapak Tuan, Awal 1991
Puisi: Surat dari Kota Kelahiran
Puisi: Surat dari Kota Kelahiran
Karya: Hasyim KS

Baca juga: Kumpulan Sajak Aldian Aripin

Post A Comment:

0 comments: