Tanah dan Batu

Adalah unsur tubuh
diam-diam teramat sunyi
oleh zat penawar rasa ingin tahu
maka dari itu kita hilang penglihatan
dari sudut jendela dengan bau bunga
di sandaran pot bunga kasturi
semakin lama ia pun
bergelombang di ambang pintu
telinga sebelah kiri
serta bebatuan dari langit
mulai merebahkan jari-jarinya
sambil mengejar telapak kaki
di tempat kita sering memenjarakan waktu
untuk tidak merasa bersalah
kita menguburnya dan menyalahi
aturan yang kita sampaikan sendiri
dari telinga ke telinga.

2014
Puisi: Tanah dan Batu
Puisi: Tanah dan Batu
Karya: Deddy Firtana Iman

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu Populer

Post A Comment:

0 comments: