Tangis Donggala

Ketika senja menggenapkan hari, tanah berpijak berderak
Semua tersentak tangis pecah di ubun
Laut menjilat langit beku
Tuhan menjemput hambanya
Tiba-tiba

Senja menyelesaikan tugas
Dan malam pun tiba
Raung tangis meretas langit
Lombok masih berduka
Ibu pertiwi masih berkabung lara
Indonesia dalam pusaran api
Ibu pertiwi semakin bersusah hati
Anak-anak negeri semakin meninggalkan jati dirinya
“mengumbar nafsu hewani”

Bersabarlah wahai saudara Donggalaku
Tuhan sangat mengasihi kalian.

Meulaboh
2 Oktober 2018
Puisi: Tangis Donggala
Puisi: Tangis Donggala
Karya: Mustiar AR

Baca juga: Kumpulan Puisi Dorothea Rosa Herliany

Post A Comment:

0 comments: