Ulee Kareng

Tiba-tiba kaupun mabuk cuaca dalam sayap asap dan bising knalpot
walau di dadamu yang ranum masih kau simpan sisa rimbun asam-jawa
di mana kita pernah bercerita tentang pasaran palawija atau ketika pelukan sabtu yang purba
di antara rencana peupok leumo ataupun peusabe harga
di antara pasar bakong asoeu dan hiruk pikuk pedagang obat kaki lima

Tiba-tiba kaupun mabuk cuaca
perlahan wajahmu yang lindap layu dalam helaan zaman
dalam cekikikan remang cafe-cafe
dalam kepungan tungku pembakaran tempurung apaseuman

Suatu ketika (dalam mabuk cuacamu) lewat jendela warung kopi amatsolong
di mana bau kampungku semakin gamang
aku terawang lekuk tubuhmu (yang tersingkap dadanya)
namun kau, tanpa mengeluh membiarkan siapa saja menjamahnya
menggumulinya dalam airmataku.

Banda Aceh, Oktober 1998
Puisi: Ulee Kareng
Puisi: Ulee Kareng
Karya: Doel CP Allisah

Baca juga: Kumpulan Artikel tentang Apartemen

Post A Comment:

0 comments: