Amungme

Sesepuh tua dan mantra-mantra
seorang gadis
mungkin dengan mata terpejam
merapal hari pagi dan malam
mendengungkan bahasa among dan dhamal
maka sebelum pintu terbuka bagi orang-orang gua
berangkatlah burung nuri dan murai. menuju rumput-rumput,
tanah, dan air
permukaan basah. dataran yang kemudian kering
orang-orang amungme berlagu sepanjang jalan
sepanjang lembah baliem
ke barat. ke arah matahari melepas sengatnya
“tanah adalah ibu kami!”

Amungme manusia utama
amungme manusia pertama
bibit-bibit ditebarkan, binatang,
dan lalu kehidupan yang ditanam
matahari pun melintas gunung
membujur lembah-lembah
leluhur yang diagungkan
di belakangnya ekagi, moni, wolani, juga berlagu
dengan bahasa berderap
tentang segala asal mula. tentang mukim yang disucikan
juga tarian-tarian panen dan perburuan
“tanah adalah ibu kami!”

Tapi ke mana burung murai
yang dulu di paruhnya mengulum lumut
kini rahim ibu dikeruk. kesucian menjadi tambang
o, gunung-gunung kelahiran orang amungme
gunung yang dirundung murung
ke mana tombak dan panah akan diarahkan
sebelum tiba juga kematian
“tanah adalah ibu kami!”

Puisi: Amungme
Puisi: Amungme
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu

Post A Comment:

0 comments: