Asalku dari Hulu

Asalku dari hulu
menitis dari kesucian akar kayu
ke hilir bersama arus sungai
membentur batu
pecah di tepi
angin menuliskan ceritanya
pada sehelai daun kering
tentang kegagalan anak kampung
merenggut mahkota kehidupan

Asalku dari hulu
menitis dari kesucian akar kayu
menyeru-nyeru masa silam
dari jeratan masa depan
akan keangkuhan hati
membantah tatapan ayah
yang mengumanadangkan firman
dari masjid dekat rumah

Asalku dari hulu
menitis dari kesucian akar kayu
menyeka mata itu yang perih
tapi masih saja mendoakan kebaikan
bagi sang anak

Asalku dari hulu
menitis dari kesucian akar kayu
menangisi nasib pekat
para penimbun harta
yang tak lagi menyisakan zakat
dari ladang-ladang milik Tuhan

Asalku dari hulu
menitis dari kesucian akar kayu
mengusap pundak istri tetangga
yang tak lagi menyimpan paha
dari tatapan jalang lelaki

Asalku dari hulu
menitis dari kesucian akar kayu
ke hilir bersama arus sungai
membentur batu
pecah di tepi
duhai
dimanakah kita kini
tiba-tiba aku ingin
bergegas kembali.

Banda Aceh
April, 1992
Puisi Fikar W. Eda
PuisiAsalku dari Hulu
Karya: Fikar W. Eda

Post A Comment:

0 comments: