Cemas

Cemas
juga ini jiwa menyaksikan
keserakahan merajai pikiran. Berdiwana
di hati penguasa negeri.

Cemas
juga ini kalbu menonton
permainan aktor maha dahsyat di ruang sidang
rakyat. Sutradara tak mampu mengendalikan
pertunjukan sebab segala ingin tersangkut kantong
jas sapari. Susah menghidupi-hidup di negeri para koruptor

(Kita dipaksa jadi rumput oleh pengembala sapi)

Jakarta, 2008
Puisi: Cemas
Puisi: Cemas
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Mama

Post A Comment:

0 comments: