Puisi: Kisah dari Pelipis Lut Tawar Karya: Zuliana Ibrahim
Kisah dari Pelipis Lut Tawar

Yang turun dari langit
diterbangkan angin
dan hanyut

Menimang cerita
tak pernah puas melahap molekmu
mata memikat di senja yang terlantar
geriak nafas mendesah di ubun pinus
menelan udara basah
membuat tagih

O rindu yang berkelebat
tak akan habis ditelan bumi
tapi kini, timbunan melilit nadi
menampar perigi
membenamkan pundakmu
seketika

Lihat!
Tubuh dihamili lumpur
matahari telah tidur di dekat jantung
peluhmu tak lagi tawar

Yang turun dari langit
diterbangkan angin dan hanyut
kini mencumbui pelipismu
sebentar lagi mencekik
pelan-pelan.

Takengon, Maret 2016
Puisi: Kisah dari Pelipis Lut Tawar
Puisi: Kisah dari Pelipis Lut Tawar
Karya: Zuliana Ibrahim

Baca juga: Kumpulan Puisi Kota Jakarta

Post A Comment:

0 comments: