Kota Beragam Wajah

Serupa ada yang tersangkut di punggung waktu
siapa pun yang ingin kembali, pulang tetap pada masa silam; sejarah
atau lembar-lembar silsilah. Kota yang lahir dari potongan-potongan mimpi
yang seolah tak berlaut, tak berdanau, tak bersungai, tak juga telaga
barangkali hanya tumpukan gambar-gambar.
Potret dari perlombaan kemenangan yang mencemaskan

Ia lewat di kota itu
sebagai seorang buta. Ia bayangkan gedung-gedung, tiang-tiang
pohon dan udara. Ribuan slogan mengepung menyerbu cakrawala
Ia tidak ingin melihat. Ia ingin tetap buta

Segala yang tersangkut di punggung waktu
apakah yang bernama sejarah atau silsilah. Mungkin gelanggang serta tahta
kota kian riuh bahkan keruh. Nama-nama dengan huruf kapital
nama-nama dengan bermacam gelar
Ia ingin pulang saja. Kembali ke rumah yang tenang
; kegelapan!

Payakumbuh, 2013
Puisi: Kota Beragam Wajah
Puisi: Kota Beragam Wajah
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Anak Untuk Ibu

Post A Comment:

0 comments: