Menghitung

Berulang kali menghitung
malam-pekat. Menusuk-nusuk
jiwa. Mengalir dendam
di kalbu-coba berkiblat memberi
arti. Belum juga sampai pada makna
hakiki-kapan langkah tua pecah
berdarah
mati.

Banda Aceh, 1988
Puisi: Menghitung
Puisi: Menghitung
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Untuk Suami Jauh

Post A Comment:

0 comments: