Misa Requiem

Di gerimis tak ramah
Kita sama-sama merelakan malam
dengan seluruh khayali di dalam
melepas diri lewat desah-desah
dan menjadi misa requiem
bagi orang-orang di kertas catatan

dan tempias
serta-merta menjiprati wajah
agar lebih menekankan
rerintik tengah malam adalah dasamuka
yang hidup lagi sepanjang abad
yang hidup lagi sepanjang abad.

Salatiga, 1990
Puisi: Misa Requiem
Puisi: Misa Requiem
Karya: M. Nurgani Asyik

Baca juga: Kumpulan Puisi Bunda

Post A Comment:

0 comments: