Bayangan

(1)
Oleh pendar sinar rembulan yang deras itu
Tubuhmu membentuk bayangan dirinya jadi kelam
Memanjang, membisu, menyusuri lorong-lorong
Dan mengerang tertimbun huruf-huruf sajak kosongmu
Gedung-gedung memucat, gagal menggayuh cahaya langit
Dan kau tersuruk, terserap lingkaran gelap
Kamar sempitmu, sebuah dunia yang sakit
Di luar pintu risik daun-daun mempertegas gelisah
Sepertinya mau menimbunmu, dan waktu terus melesat
Seperti celurit dalam tarian purba : di pelipismu.


(2)
Kota itu kian membesar dan kehitaman
Seakan mau memecahkan pikiran dan perasaanmu
Dan kau hanya dapat meronta yang tak berarti apa-apa
Hingga kobaran malam perlahan meredup ke sisi pagi
Daun-daun membusuk menguapkan kemlaratan ke sekitar
Dari lobang-lobang tubuhmu amis darah hitam menetes
Dan kau membiru, tersedot Sang Maut
Oleh kucuran sinar matahari kota yang ganas itu
Bayanganmu sekedar gema dalam sajak-sajak kosong
Sebuah kiasan nasib yang berdebu, diinjaki orang pergi.

1994
Puisi: Bayangan
Puisi: Bayangan
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Terindah untuk Kekasih

Post A Comment:

0 comments: