Jembatan Lurus ke Senja

Di tengah jembatan, aku atau kau antara dua nasib
Pasir Progo atau arus air deras di bawahnya
Tiba-tiba tubuhmu menggigil oleh airmata
Seperti pusaran sungai ini, memanjati tebingnya
(Mengingatkan tahun yang gemetar
September berdarah itu mengalir lagi padamu
Mengantarkan mayat tak berdosa ke muara)

Kini kengerian itu menjadi bahasa doa yang
Menggayuh cahaya langit, untuk disimpan
Dalam hatimu : sebuah kediaman yang sering mengeras
Sementara aku atau kau hanyalah dua bongkahan batu
Antara dua tebing yang senantiasa bersama
dalam mencari muara

Sepertinya kurasakan jalan jembatan ini
Kian meninggi, melewati waktu yang seperti tangga-
Tangga, lurus menuju sisa sinar senja
Bentangan sirothol mustaqim sepertinya lebih mendekat
Dan aku atau kau mesti melintas ke sana
Memilih arah satu antara dua dunia
Mungkin surga. Mungkin neraka.

1991, 1994
Puisi: Jembatan Lurus ke Senja
Puisi: Jembatan Lurus ke Senja
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Pendek Bermakna

Post A Comment:

0 comments: