Menunggu Kereta

Sang, aku sudah di stasiun
menunggu kereta malam
kemarau menyisakan debu dan guram
pada tiang-tiang besi tua, sebaris bangku hijau,
dan tubuh boyak pendongeng yang kehabisan cerita

aku berbicara pada seseorang yang tak ingin mendengarkan
(apa pun tak diminatinya selain jadwal keberangkatan)
tentang pendongeng yang menduga-duga
kisah apa yang luput dari ingatannya

sang, aku masih belum mengerti
apa yang patut kusimpan dalam perjalanan pulang ini;
wisata ke kuil, pagoda, sungai-sungai bertuah,
para santo yang kecewa?
bahkan cerita-ceritamu tak menarik lagi

yang kuhafal dari setiap peristiwa
hanyalah ruang antara tadi dan nanti

sang, aku di stasiun
kau sudah kutinggalkan
kereta, mungkin, tak datang.

Desember, 2005
Puisi: Menunggu Kereta
Puisi: Menunggu Kereta
Karya: Iswadi Pratama

Baca juga: Kumpulan Puisi Pendek
Loading...

Post A Comment:

0 comments: