Melankolia

(1)
Bagi hamparan hampamu, telah kudermakan hijau-pagi
Tapi kau songsong aku dengan sepi selalu. Maka Berdukalah!
Sebab bukan cemerlang kasih-ku yang kan kau temui di biru dadamu
Melainkan merah saga yang akan menggosongkan jubah-buih
Yang selalu kau banggakan pada  petualang  bertungkai lunak itu

Engkau yang terlalu sering dipuja pujangga
Mahir memamerkan keelokan atau taring-taring tebing
Bagiku khasanah semenjana, pesolek yang kian tuna. Berdukalah
dengan nyiur dan bau lenyai pantai, dengan  angin dan perahu  sangsai
Bagimu kupersembahkan sendu sore hingga puas pemuja duka-mu

(2)
Engkau yang terlalu bangga pada terang , terlanjur tinggi dan merasa pasti
Kau kenal arusku yang dangkal terlampau, tersaruk hibuk mengungkap lanskap
Sedang getarku semayam jauh di lubuk, dimana sinarmu cuma serbuk
Di mana gelapku bahkan tak tersentuh oleh pendarmu yang tak seberapa
Berbahagialah!Telah kuperkenankan biasmu pada geloraku

Engkaulah yang lebih fasih meronce sedih dengan  senja kemerah-merahan
Lihai menyusup,memberi kilau pada kelam permukaan
Sehingga ada saja yang takjub padamu di haribaanku
Sehingga tak pernah luput engkau dari mata pelancong yang menatap padaku
Berbahagialah! Karena gelapku menampakkan  indahmu semata

12 Juni 2013
Puisi: Melankolia
Puisi: Melankolia
Karya: Iswadi Pratama

Baca juga: Kumpulan Puisi Jaman Dulu

Post A Comment:

0 comments: