Sajak Kamar

Masih kuingat namamu
dari puluhan tahun lalu
yang bereingkarnasi
menjelma guci

Guci yang tak mengucap selamat datang
atau berkata selamat malam
meski kautahu, tubuhku kuyup oleh perjalanan
yang tak menuntaskan rindu bagimu yang pualam

Lalu meja, ranjang, dan langit kamar
sibuk membicarakan engkau
juga pena dan kertas yang jembar:
iklas menerima sengau galau dari dadaku

Kamar melahirkan seribu desis ular
mata cemas menangkap tubuhmu yang tak lagi bersandar
ratusan peristiwa beterbangan:
seperti iblis yang hendak menikam

Muntahlah segala umpat dan laknat
bagi tubuhmu yang tak terengkuh oleh tangan:
betapa engkau sediam batu di tepian sungai coklat
yang menyaksikan ranting ngambang menuju pengasingan

O, masih kuingat namamu dari kamarku
tapi kautak kan kembali
hanya namamu yang utuh dibenakku
karena jasad melebur di bawah tanah sepi:

yang mungkin,

hanya engkau yang berani

menghuni.

2008
Puisi: Sajak Kamar
Puisi: Sajak Kamar
Karya: Agit Yogi Subandi

Baca juga: Kumpulan Puisi Penantian

Post A Comment:

0 comments: