Biduk

(1)
suatu hari
aku menghadiahi kapal mainan
berbahagialah anakku pertama
karena memiliki teman bercanda

kapal itu, kataku
tidak akan berangkat tanpa keyakinan

(2)
istriku meragukan
makna keceriaan anakku kedua
karena ia tertawa
setelah kapal mainan jatuh terlempar

aku ragu, kata istriku
apakah tiang layar tak bisa patah?

(3)
segera kusembunyikan kapal mainan
sengaja aku ingin menggoda
agar kedua anakku marah
dan istriku masam-masam cuka

hai kalian, kataku
siapkan pelampung

(4)
kupikir
aku seorang pelaut
dengan membeli kapal mainan
dan membincangkan laut

tanpa ombak, kataku
laut bukan laut

(5)
kupikir
istriku mudah berang
jika kapal mainan sering tenggelam
dan hatinya pun

kukutuk malam, katanya
kenapa orang suka berlayar.

Puisi: Biduk
Puisi: Biduk
Karya: Amien Wangsitalaja

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: