Di Bawah Kelopak Air

Sepasang matamu berasal kelopak air
Pusaran lembut yang menghisap: mengebat
tanganku. Sejak itu aku menjadi tawanan
Pemuja yang diliputi kebahagiaan. Setiap
hari aku meniup dan membuat lubang seruling
Tempatmu menaruh jemari tangan

Dan ini juga untukmu: kata-kata
paling rahasia dari apa yang tak pernah
dibisikkan ruang pada cahaya di muka bayang

Aku telah menatap sepasang matamu
Sejak itu aku tak bisa lagi memandangmu

Seperti kapal selam aku melihat
dengan suara. Dengan irama seruling
Di bawah kelopak air, di jantung palung,
aku berdiam. Tak ada lagi yang bisa kubisikkan
pada ruang, cahaya dan bayang. Sedang pusaran
lembut itu masih menghisap tubuhku. Dan di lubang
seruling jemarimu terus bergerak

Mengebat tanganku...

2016
Puisi: Di Bawah Kelopak Air
Puisi: Di Bawah Kelopak Air
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: