Di Pantai Keramas

Dari nusa panida gemerincing angin memasuki suaramu

Menghembuslah diri ke jantung hilang
Badan menyelam ke lubuk bayang

Jejak kakimu di pasir hitam, dada laut
yang berkilauan, kail tersangkut dalam buih

Di balik pulau-pulau karang
waktu adalah ular naga yang memanggul
dunia manusia. Mengeluarkan isi perutnya
Helai-helai rambut, jemari tangan
dan potongan-potongan lidah

Bersama ikan-ikan yang berdarah,
tetabuhan dan harum dupa, para penari
memanggul sisa tubuhku. Menyelam
ke akar pulau. Mencari-cari suaramu

Pasir dan selat tak berangin
Di air alun serupa batu-batu nisan tua
Tekstur tulisan yang rumit, gambar ular naga
Dan sisik-sisiknya yang mengelupas

Berdiri di atas air
Di antara helai-helai rambut, jemari
tangan dan potongan-potongan lidah
Diamlah badan dalam sesaji,
asap dupa dan para penari

Dari Nusa Panida gemerincing langit memenuhi suaraku.

2016
Puisi: Di Pantai Keramas
Puisi: Di Pantai Keramas
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis

Post A Comment:

0 comments: