Kota Putih

Aku melihatmu di sebuah kota
yang menjadi putih. Ketika gelap
bersalin lidah dengan terang. Ketika
orang-orang menemukan sisik ular
di bawah bantal, sajadah, dan altar

Bagai lebah mereka berkerumun –
memasuki tubuhmu. Mengangkut kecemasan
dan kebencian. Di padang lapang mereka
mengerang dan mengasah pisau

Kota seputih kafan. Kau berjalan
memanggul jenasah Habil, mengitari
Kota Suci, memandikannya
dengan percik air bunga padma

Tubuh dan kakimu mengucur darah
Jemaat yang terus mengerang; berebut
daging dan darahmu. Mengitari tulang
belulangmu

Aku menemukan kematianmu
di sebuah kota yang menjadi putih
Kota yang kuciptakan dari percik ludah
dan pisau yang terus diasah.

2019
Puisi: Kota Putih
Puisi: Kota Putih
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Syair Cinta
Loading...

Post A Comment:

0 comments: