Mendirikan Malam

(1)
Aku
yang pertama mendengar dendang dinda
pada malam
yang kita ingat ia pernah dibagi tiga

Ini mungkin pada sepertiga yang kedua
saat jam beranjak dari angka kosongnya
aku mengaduk tasawuf akhlaq
di dalam tiris nafasmu
yang membasahi ceruk rindu

Kemarilah kubisiki, sayang
ada hasrat berundan-undan
semizan syariat seribu bulan

Ini mungkin pada sepertiga yang terakhir
kuseduh dzikir kuramu syi'ir
di palung mahabbahmu

Di palung mahabbahmu
laut asin mengingatkanku pada khidzir
aku berjanji
aku tidak akan banyak bertanya padamu
senyampang malam
saat kita sepakat melubangi sampan

kemarilah sayang, kubisiki

(2)
Aku
meminangmu untuk menjadi 'aisyah
sehabis khadijah

O sayangku, yang kemerah-merahan
tertunduk diam

Kita menghitung detak jam
derit daun pintu
dan desah yang disapukan

Kita merundingkan bilangan raka'at
di sepertiga terakhir
malam
dan dengan manja
engkau menawar bilangan dzurriyyat
melebihi 'aisyah melebihi khadijah
sepadan angan

O kurasa
aku ingin memukulmu bertubi-tubi
menggemaskan.

Puisi: Mendirikan Malam
Puisi: Mendirikan Malam
Karya: Amien Wangsitalaja

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis

Post A Comment:

0 comments: