Menjadi Angin

Menjadi angin; aku berjalan
di permukaan danau. Membuat alun
dari rambutku yang berjatuhan -
tanpa mengubah warna air. Ikan-ikan
tenang menyimpan dan menjaga telurnya

Langit biru. Cahaya tanpa ruang;
keluasan sekaligus kebisuan

Ke balik air ada suara lain menyelam
Berbisik ke lubuk paling kelam. Mengubah
sisik ikan-ikan menjadi jutaan lidah. Menggelepar
di permukaan danau

Hari gelap dan beku
Udara jadi sedingin belati
Danau dikelilingi seruan suci
Menyeru-nyeru namaku

Aku di sini; menjadi angin. Bertiup
ke pusat pulau, membuka seluruh gerbang
Menyentuh terang dan lembut uap air
Membiarkan manusia dan kata-kata
terus berjatuhan dari rambutku.

2019
Puisi: Menjadi Angin
Puisi: Menjadi Angin
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Rindu

Post A Comment:

0 comments: