Nasib Tanah Airku

(I)
Panas yang terik datang membakar
Lemahlah kembang hampirlah mati
Tunduk tergantung bersedih hati
Mohon air kepada akar

Mendapat air amatlah sukar
Belumlah turun hujan dinanti
Musim kemarau belum berhenti
Angin bertiup belum bertukar

Seperti kembang hampirkan layu
Lemah tampaknya, rawan dan sayu
Demikianlah ‘kau Indonesia

Nasibmu malang amat celaka
Hidup dirundung malapetaka
Tidak mengenal rasa Bahagia

(II)
Mentari datang menghalaukan malam
Menyinarkan senyum penuh cahaya
Dunia lah bangun memberi salam
Nyanyian yang merdu menyambut surya

Lihatlah teratai di dalam kolam
Tersenyum membuka kuntumnya, dia
Menghamburkan harum ke dalam alam
Pemuja pagi gemilang mulia

Memandang pagi menyedapkan mata
Keraguan hati hilang semata
Memikirkan nasib Tanah Airku

Seperti mentari di kala pagi
Kemerdekaan tentu datang lagi
Menerangi Tanah tempat lahirku.

April, 1934
Puisi: Nasib Tanah Airku
Puisi: Nasib Tanah Airku
Karya: Asmara Hadi

Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta
Loading...

Post A Comment:

0 comments: