Pengantin

(1)
Aku gemas pada hud hud
yang gemetar mengabarkan pesonamu

Aku gemas pada pemilik ilmu
yang berhasil menyatakan
singgasana kecantikanmu
lebih cepat dari kedip bola mataku

Dan
aku lebih gemas padamu
kerana engkau ‘lah sudi mengunjungi
relung istanaku

Maka
kutawarkan lantai hati
yang sejernih kolam
sehingga betis asmaramu
tersingkap.

(2)
Aku memang merencanakanmu
menjadi zulaikha

Dan saat itu
aku ingin gamisku sobek
di bagian depannya
di bagian belakangnya

Sehingga kita tak perlu
merekayasa perjamuan
agar jemari orang-orang teriris pisau
menyaksikan syahwat yang tampan.

Puisi: Pengantin
Puisi: Pengantin
Karya: Amien Wangsitalaja

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: