Peringatan

Langit melapisi punggungku dengan musim
paling dingin. Punggungku seakan terikat
balok es. Sayapku hitam dan berat. Tak ada
apapun yang diwariskan leluhurku
selain kesepian dan kesummat

Aku terbang sambil mendengar suara 
yang datang dari dalam kubur. Bila
kau mendengar suaraku kau sedang
mendengar apa yang sedang kudengar

Jangan tatap aku sebab setelah itu
kau tak akan bisa menatap apapun

Aku berasal dari jantung
seekor burung gagak. Degupku
menghembuskan kejahatan dan ketakutan

Bayang tubuhku atas danau membuat bulan
dipenuhi bangkai ikan. Sedang suaraku
mengandung gema yang mengubah rasa air
Ini musim paling dingin

Di punggungku kebosanan lebih
mengerikan dari kegelapan. Aku terbang
sambil mendengar kesedihan mendesis
dalam mulutku

Jangan mengingatku sebab setelah itu
kau tak akan bisa mengingat apapun.

2016
Puisi: Peringatan
Puisi: Peringatan
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: