Rumah

Kurasakan hangat dadamu
hangat dada fatimah
karena kisahku menyerupai bocah
yang berlumuran darah
melintasi gurun
menyeberangi fitnah

O, sapukan nafasmu
segairah nafas ummil bathul
karena aku tak ingin tersungkur
seperti 'ali, sehabis sahur

Mari bersaksi
akulah syahid
engkau syahidah
tanpa ditikam belati
tanpa luka hati

Dan kita menjadi tuan dan puan
bagi sejarah
melahirkan bocah-bocah
tanpa racun
tanpa tombak tanpa pedang
tanpa segurat lelah.

Puisi: Rumah
Puisi: Rumah
Karya: Amien Wangsitalaja

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: