Puisi: Tempat Duduk yang Terus Berjalan Karya: Andy Sri Wahyudi
Tempat Duduk yang Terus Berjalan

Di luar jendela ada bulan, separuh dan samar.
ia menatapku tapi aku tak berani menatapnya.
karena di bulan ada raksasa sedang melamun
mungkin mengenang cinta pertamanya.
raksasa itu telanjang bulat dan berwarna kabut.

apakah kamu takut dengan kenangan?
bertemanlah dengan raksasa di bulan,
ia akan mengajarimu mengenal kenangan

tak ada lagi rumah, tak ada lagi arah, tak ada lagi lelah
semua akan bergerak menjadi kenangan.
juga aku dan kamu.

mesin perjalanan terus bersuara.

Jakarta Jogja 2012
Puisi: Tempat Duduk yang Terus Berjalan
Puisi: Tempat Duduk yang Terus Berjalan
Karya: Andy Sri Wahyudi

Baca Juga: Kumpulan Puisi Lingkungan Sungai

Post A Comment:

0 comments: